Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) 2017 yang digelar sejak 25 April 2017 akan berakhir hari ini, Kamis 27 April 2017. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan menutup kongres yang digelar di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamiy Babakan Ciwaring Cirebon.

Kongres yang baru pertama kalinya digelar di Indonesia dan dunia ini dihadiri lebih dari 500 peserta yang datang dari berbagai kalangan dan profesi. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan datang dari mancanegara, seperti Arab Saudi, Malaysia, Pakistan, dan India.

Di hari kedua KUPI yang berlangsung Rabu 26 April 2017, dibahas sejumlah isu-isu perempuan yang masih menjadi polemik saat ini. Ada sembilan topik yang didiskusikan secara paralel, antara lain Penghentian Kekerasan Seksual dalam Perspektif Ulama Perempuan, Metode Penelitian Perkawinan Anak dalam Perspektif Ulama Perempuan, dan Peran, Tantangan, dan Strategi Ulama Perempuan dalam Menyelesaikan Ketimpangan Sosial dan Kerusakan Lingkungan.

Sejumlah ulama perempuan dan pakar di bidangnya hadir untuk memberikan pemikirannya dalam diskusi tersebut, seperti Prof. Kathryn Robinson, peneliti isu perempuan di Indonesia dari Australia, Siti Maemunah dari Sayogyo Institute Bogor, dan Mia Siscawati, Direktur Pascasarjana Kajian Wanita Universitas Indonesia. Selain ulama perempuan, ulama laki-laki juga turut berkontribusi menyumbangkan pemikirannya, antara lain Kyai Mukti Ali, Gus Jamaluddin Muhammad, Riland Gunawan, dan Ahmad Hilmi.

Hasil diskusi akan dimusyawarahkan pada Kamis pagi ini. Musyawarah akan menghasilkan keputusan dalam bentuk fatwa keagamaan, manifesto kongres, dan rekomendasi kongres yang akan dibacakan saat penutupan nanti. —Rappler.com

 

Sumber: http://www.rappler.com/indonesia/berita/168097-menteri-agama-kongres-ulama-perempuan