Menteri Agama Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan apresiasinya terhadap Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI). Menurutnya kongres ini merupakan kegiatan yang luar biasa, pertama kali digelar di Indonesia bahkan dunia.

“Saya pikir kegiatan ini (KUPI-red) sebuah kongres luar biasa. Bisa dikatakan kongres ulama perempuan pertama di Indonesia mungkin sedunia,” katanya, sesaat setelah meresmikan gedung SBSN IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (13/4).

Ia juga menyatakan ulama perempuan harus dikembangkan agar ulama tidak hanya domain laki-laki.

“Ini sesuatu yang mendasar karena memang ulama-ulama perempuan memang harus dikembangkan supaya ulama itu tidak hanya domain pria atau laki-laki,” katanya.

Menag juga menambahkan  bahwa perempuan-perempuan memiliki potensi yang luar biasa untuk menguasai keilmuan keislaman. Ia juga berharap kongres ini dapat berkembang dan memunculkan ulama-ulama perempuan di masa depan.

“Perempuan juga punya potensi yang luar biasa dalam hal penguasaan wawasan keilmuan keislaman. Melalui kongres ini adalah sebuah forum yang sangat baik untuk pengembangan ulama perempuan ke depan,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu ia menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa menghadiri kegiatan kongres. Dikarenakan ada kegiatan di hari yang sama untuk membuka Pekan Ilmiah Olah Raga Seni dan Riset (Pioner) VIII PTKIN se-Indonesia di UIN Ar Raniry, Aceh.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir, karena saya harus berada di Aceh membuka acara pionir di aceh,” katanya.

Kongres Ulama Perempuan sedianya digelar selama tiga hari yakni tanggal 25 sampai 27 April 2017 di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy, Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Serta akan dihadiri 500 perempuan se-Indonesia dan perwakilan luar negeri.

 

Sumber: http://fahmina.or.id/menag-apresiasi-kongres-ulama-perempuan-di-cirebon/