Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) diisi kegiatan seminar nasional Peran Ulama Perempuan dalam Meneguhkan Nilai Keislaman, Kebangsaan, dan Kemanusiaan.

Seminar menghadirkan empat narasumber antara lain, KH. Husein Muhammad (Ketua Yayasan Fahmina), Dr. Nur Rofiah Bil Uzm (Dosen Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran, Jakarta), Prof. Dr. Machasin (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga) dan Siti Aisyah (Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah).

Nur Rofiah menyampaikan topik Metodologi Studi Islam Perspektif Ulama Perempuan, dalam paparannya memperkenalkan metode baru studi Islam yang lebih berkeadilan terhadap perempuan.

Menurutnya, konstruksi dan metodologi studi Islam yang selama ini dominan belum sepenuhnya memberikan keadilan perempuan, karena bias tafsir keagamaan yang hegemonik dan patriarkhis.

“Akibatnya, teks-teks orsinal keagamaan Islam yang termuat dalam Al Quran dan Al Hadis mengalami reduksi sistematis dan berkelanjutan, sehingga dianggap sebagai kebenaran absolut. Padahal Al Qur’an dan Al Hadis telah memuliakan perempuan,” katanya.

Nur Rofiah mencontohkan bagaimana konstruksi teks dimaknai sebagai instrumen penundukkan terhadap perempuan. Dia mengistilahkan apakah mungkin perempuan masuk surga, karena ketidakpatuhannya pada laki-laki?

Nur Rofiah yang juga Pengurus Alimat dan Rahima ini menegaskan bahwa makna Perempuan bukan hamba laki-laki, sebab keduanya sama-sama hamba Allah, keduanya sama-sama pemimpin (khalifah) di muka bumi.

Perspektif baru yang diperkenalkan, Nur Rofiah adalah memastikan bahwa kombinasi iman dan prinsip kesetaraan, harus menjadi landasan studi-studi Islam.

Sehingga menghasilkan keadilan substantif, sebuah keadilan atas dasar kesetaraan substantif yang mempertimbangkan hakekat perempuan dengan kondisi khusus mereka secara biologis karena organ, fungsi dan masa reproduksinya.

 

Sumber: http://www.cirebontrust.com/kupi-perkenalkan-metodologi-studi-islam-berkeadilan-bagi-perempuan.html