Kegiatan selama dua hari, 28-29 April 2017, setidaknya menjadi obat penawar kecewaku yang tidak bisa hadir pada hajatan Akbar Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Cirebon beberapa waktu lalu. Tidak bisa ikut menyaksikan sejarah besar bagi gerakan Perempuan Indonesia, apalagi momennya beruntun dengan peringatan hari Kartini dan HARLAH Fatayat NU ke 67.

Seandainya hadir, terasa genaplah momentum April ini dalam hidupku. Alhamdulillah, setelah mengikuti Sarasehan Pemeliharaan Hubungan Etnisitas dengan Negara, Provinsi Jawa Tengah dan di sambung dengan LKD bagi Pengurus baru PW Fatayat NU, dapat oleh-oleh KUPI, langsung dari salah satu pelaksana KUPI, yaitu Jeng Nyai Hj. Nur Rofiah, bil Uzm. Jazakillah Ahsanal Jaza‘????????❤