Ketua Panitia Pengarah (Steering Committe) Kongres Ulama Perempuan Indonesia Dra. Hj. Badriyah Fayumi, Lc MA memberikan Keynote Speech Seminar Internasional Ulama Perempuan.

Berikut Keynote Speech bertema “The Existance of Women Ulama in Islamic Civilization” oleh Badriyah Fayumi yang sekarang adalah Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PPLKNU) dan pernah menjadi Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Di antara tujuan kongres ini adalah bagaimana ulama perempuan tidak hanya memberikan kontribusinya untuk isu kebangsaan dan kemanusiaan, tetapi eksistensinya dihargai dan diakui.

Sebab, dominasi budaya patriarki berakibat pada tenggelam dan terpinggirkannya ulama perempuan dalam mengisi ruang-ruang publik. Padahal kita punya banyak akademisi dan intelektual dari kalangan perempuan.

Begitu pun pesantren-pesantren yang memberikan ruang kesetaraan bagi laki-laki dan perempuan.

Sebab, ulama perempuan adalah mereka yang memiliki perhatian pada perspektif untuk kesetaraan perempuan dalam memajukan peradaban Islam dan penguatan civil society.

Sehingga, kongres ini diharapkan memberikan kontribusi untuk kemajuan para perempuan dalam pencapaian kemanusiaan yang adil dan beradab.

Seminar Internasional Ulama Perempuan, Selasa 25 April 2017 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat.

Narasumber seminar ini selain dari ulama perempuan Indonesia juga terlibat di dalamnya ulama perempuan dari Pakistan Mossarat Qadeem (Pakistan), Zainah Anwar (Malaysia), Hatoon Al-Fasi (Saudi Arabia), Sureya Roble-Hersi (Kenya), Fatima Akilu (Nigeria), dan Roya Rahmani the Ambassador of Afghanistan in Indonesia).

Acara ini merupakan rangkaian dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) 25 – 27 April 2017 di Pesantren Kebon Jambu, Babakan, Cirebon, Jawa Barat.

 

Sumber: http://www.tribunnews.com/tribunners/2017/04/25/kongres-ulama-perempuan-berkontribusi-mengisi-semangat-kebangsaan-yang-berkeadilan