Hari ini, untuk pertama kalinya Indonesia menggelar Kongres Ulama Perempuan (KUPI). Cirebon dipilih oleh  sebagai tuan Rumah pelaksanaan KUPI, yang digelar selama tiga hari, yakni dari Selasa hingga Kamis (25-27/4).

Kegiatan pembuka KUPI, yakni Seminar Internasional Ulama Perempuan yang digelar di gedung Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Sejumlah ulama perempuan dari berbagai negara pun hadir, yakni Pakistan Mossarat Qadeem dari Pakistan, Zainah Anwar dari Malaysia, Hatoon Al-Fasi dari Saudi Arabia, Sureya Roble-Hersi dari Kenya, Fatima Akilu dari Nigeria, dan Roya Rahmani the Ambassador of Afghanistan in Indonesia.

Ketua Panitia Pengarah KUPI, Badriyah Fayumi menyampaikan, salah satu tujuan KUPI adalah membahas tentang kontribusi ulama perempuan, yang selama ini berkutat pada isu kebangsaan dan kemanusian. Badriyah mengatakan, eksistensi ulama perempuan tersebut sejatinya dihargai.

Penghargaan terhadap ulama perempuan, sambungnya, suatu keniscayaan, mengingat, budaya patriaki yang ada akan berakibat menenggelemkan dan meminggirkan peran ulama perempuan dalam mengisi ruang-ruang publik.

“Padahal kita punya banyak akademisi dan intelektual dari kalangan perempuan. Begitupun pesantren-pesantren yang memberikan ruang kesetaraan bagi laki-laki dan perempuan. Ulama perempuan adalah mereka yang memiliki persepketif untuk memajukan masyarakat,” kata Badriyah yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (PPLKNU).

Ia juga mengatakan, KUPI diharapkan menghasilkan formula dan kontribusi untuk kemajuan para perempuan demi pencapaian kemanusian yang adil dan beradab. [nif]

 

Sumber: http://www.rmoljabar.com/read/2017/04/25/41516/Cirebon-Menjadi-Tuan-Rumah-KUPI-I-