Sejumlah Ulama Perempuan Muslim yang tergabung di dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) akan mengadakan kongres Ulama Perempuan pada 25-27 April 2017 mendatang di Pondok Pesantren Kebun Jambu, Babakan Ciwaringin, Cirebon.

Setelah hampir 72 tahun Indonesia merdeka, KUPI akan menjadi kongres Ulama Perempuan pertama di Indonesia. Berbeda dengan di negara-negara mayoritas Muslim lain yang memisahkan perempuan dengan laki-laki, di Indonesia sejak lama tidak ada pemisahan antara peran perempuan dan laki-laki baik dalam dunia ekonomi maupun politik. Bahkan di masa lalu pernah ada dua Sultana atau Pemimpin Kerajaan Perempuan di Indonesia, yaitu kerajaan Aceh dan Sulawesi. Sekitar 800 peserta sudah mendaftar untuk ikut serta dalam KUPI ini.

Menurut salah satu Pembicara (Narasumber) KUPI Hj. Badriyah Fayumi dipilihnya Pesantren Pondok Jambu sebaga lokasi KUPI dikarenakan pimpinan tertingi di situ adalah seorang perempuan yang memimpin lebih dari 1000 santri.

“Dipilihnya Ponpes Kebon Jambu karena pimpinan di situ perempuan, pimpinan tertinggi, bukan istri kiyai atau istri ulama, tapi perempuan yang memimpin lebih dari 1000 santri di situ” tandas Badriyah dalam konfrensi pers di Kafe Ke: Kini, Jakarta Pusat jelang pelaksanaan KUPI, Minggu (9/4/17).

Dari kongres ini akan dihasilkan sejumlah kebijakan terkait perempuan, anak, dan isu radikalisme. KUPI juga akan mengeluarkan fatwa yang berdasar pada Al Quran. (Bams)

 

Sumber: mediaharapan.com