Antusiasme masyarakat terhadap kehadiran Kongres Ulama Perempuan Indonesia sangat besar. Kongres yang akan berlangsung mulai besok pagi, Selasa 25 April 2017, di Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin, diikuti 574 peserta dan 182 pengamat.

“Jumlah ini adalah hasil seleksi dari 1270an pendaftar, baik via online, email, maupun whatsapp”, kata AD Eridani, Ketua Panitia Kongres. “Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pendaftar yang tidak bisa kami undang. Ini murni karena kekurangan fasilitas yang kami miliki”, lanjut Direktur Rahima, yang biasa dipanggil Mba Dani.

“Segenap panitia merasa terhormat melihat antusiasme para pendaftar ini. Padahal mereka harus mengusahakan sendiri transportasi kedatangan dan kepulangan mereka, dari tempat mereka masing-masing. Ini benar-benar membanggakan”, kata Ibu Nyai Hj. Badriyah Fayyumi, Ketua Pengarah Panitia Kongres.

Pihak pendaftaran mencatat, bahwa dari 574 peserta ini, sudah merepresentasikan berbagai daerah Indonesia, ulama perempuan dalam berbagai profesi, dan aktivis pemberdayaan perempuan. Dari jumlah ini, Aceh mendatangkan 18 peserta, Bangka Belitung 1, Banten 19, Bengkulu 1, Jabar 110, Jakarta 116, Jambi 5, Jateng 59, Jatim 82, Kalbar 4, Kalsel 11, Kaltim 2, Lampung 18, Maluku 2, NTB 5, NTT 2, Papua 7, Sulsel 10, Sulteng 6, Sulut 5, Sultra 1, Sumbar 15, Sumsel 3, Sumut 6, dan Yogyakarta 66 peserta.

Di antara Pengamat berjumlah 185 orang, sekitar 40 orang berasal dari 15 negara sahabat: Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Saudi Arabia, Mesir, Nigeria, Kenya, Australia, Amerika, Malaysia, Singapura, Filipina, Kanada, India, dan Belanda (FQH).